Sunday, 15 March 2015

Sekilas tentang IEM Yamaha EPH100




Apa kabar penikmat audio, seperti biasa Digital One Audio akan berbagi informasi seputar audio. Kali ini kembali pada jajaran produk IEM dari Yamaha, Yamaha EPH100. Merupakan salah satu produk andalan Yamaha di sesi IEM. Yamaha EPH100 ini dibanderol seharga Rp.1.800.000, dengan Spesifikasi sebagai berikut : 

Driver:  Dinamis  
Imp:  16Ω  
Sens:  104 dB 
Freq:  20-20k Hz  
Kabel :  3.9 "L-plug
Ukuran Nozzle:  5.5mm  
Tip: bi-flange
Aksesoris yang disertakan dalam peket pembelian adalah tips silikon Biflange (5 ukuran), ¼ "adapter, 2m kabel ekstensi, dan tas kecil. 
Buid Quality EPH-100 sangat baik, menggunakan housing yang terbuat dari aluminium. Kabel dengan ketebalan yang rata-rata. Tingkat kemampuan isolasi terhadap suara di sekitar termasuk yang terbaik untuk IEM dengan tip biflange. Tidak tersedia mikropon. Kenyamanan tergolong cukup baik, mereka yang memiliki lubang telinga kecil biasanya akan ragu dengan tip biflange ini, namun diluar dugaan Eartips EPH100 ini dapat bertengger dengan nyamannya ditelinga, bahkan di lubang telinga yang kecil sekalipun.
Dari sisi sound quality jauh unggul diatas EPH-50, EPH-100 menggunakan microdriver dinamis dan dapat bernyanyi dengan sangat merdu, namun agaknya EPH100 ini diset agak membentuk v-shape. Bass yang kuat - dalam dan punchy, dengan sedikit forward pada mid-bass memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan dengan kebanyakan earphone berbasis microdriver dengan bentuk yang ramping, sebut saja VSonic GR07 dan Sony EX600. Jauh dari kesan bassy, sektor low EPH100 ini sangat detail dan bertekstur, clear dan sangat terkontrol. EPH-100 ini juga tidak terkesan boomy sama sekali, bandingkanlah saja dengan Sennheiser IE7 dengan boomy disektor lownya.
Sektor Mid adalah yang paling baik dari IEM EPH100 ini, tidak tersembunyi tetapi tidak terlalu maju. Begitu lembut namun tidak ada kesan terselimuti, dinamis, dan lebih menonjol dibandingkan dengan kebanyakan karakter v-shape. Clarity, detail dan presentasi mampu disajikan dengan sangat baik. Tidak terlalu tebal atau gemuk tapi tidak bisa juga disebut ramping, sangat unik dan berkarakter. Suara sangat cair tetapi tidak memiliki sentuhan kerenyahan jika dibandingkan dengan GR07. Yamaha EPH-100 memainkan musik lebih warm, penuh, dan lebih dinamis dibandingkan GR07 tapi juga terkadang kurang mampu menggambarkan detail yang halus dan berstektur.
Sektor high EPH-100 entah bagaimana terdengar terlalu smooth dibandingkan dengan VSonic GR07, dan JVC HA-FXT90, tetapi juga memiliki potensi ear-fatigue. Memang, sulit untuk membayangkan treble dari Yamaha yang agaknya sudah terkenal karakternya di kalangan pecinta audio. Sektor upper-mid bisa dikatakan refined jika dibandingkan dengan Sennheiser IE7 tapi tidak sebersih GR07. Cukup baik di sektor high ini dan cukup airy.
Staging dari EPH-100 cukup di atas rata-rata, meskipun tidak cukup untuk menyamai GR07 atau Ultimate Ears TF10, tapi cukup luas dan kita dapat merasakan seolah alat musik berbunyi di luar kepala kita. Depth yang baik, sama seperti halnya dengan separasi instrumen dan dinamika, layering bisa dikatakan lebih baik dibandingkan dengan GR07 yang terdengar lebih datar dan terdengar jauh. Vokal EPH-100 ini tidak maju dan intim sebagaimana FXT90 dan tidak begitu open, namun tidak juga terkesan tertutup sebagaimana kebanyakan IEM low-end.
IEM terbaru Yamaha EPH100 ini merupakan produk low-end yang berbasis microdriver yang menawarkan sebuah kenyamanan, kekokohan dan daya isolasi yang baik. Kualitas suara jauh di atas rata-rata juga, dengan bass yang kuat, mid yang kaya, dan treble yang smooth. Yamaha EPH-100 adalah salah satu earphone terbaik di kelas harga yang sama.

Nah, apakah kamu tertarik dengan IEM Yamaha EPH100 ini? silahkan audisi sebelum membeli, karena review ini bersifat sangat subjektif. Salam Penikmat Audio

No comments:

Post a Comment