Sunday, 1 March 2015

Sekilas tentang Topping D2 DAC/HeadAmp


Apa kabar penikmat audio, beberapa minggu yang lalu, saya membeli sebuah DAC/Headphone Amplifier Topping D2, dengan tujuan untuk mengupgrade desktop audio saya yang masih menggunakan Souncard onboard sebagai pengolah sinyal audio digital ke analog, karena untuk penikmat audio terutama desktop audio kalau belum pakai DAC kok ya rasanya masih ada yang kurang, menurut saya lo ya.
pada postingan ini, saya ingin memberikan sekilas gambaran tentang DAC/Headamp Topping D2 ini yang mungkin bisa menjadi referensi bagi penikmat audio yang mungkin belum pernah melihat ataupun mendengarkan secara langsung kualitas DAC ini.

Apakah Topping D2 DAC/Headphone Amplifier?
Topping D2 adalah Digital to Analog Converter multi fungsi dengan chip analog device AD1852JRS yang mendukung 16 dan 24 bit pada sample rate 44,1 KHz - 96 KHz dengan frekuensi respon 20 - 20.000 Hz ± 0.3 db. Topping D2 ini juga dilengkapi headphone amplifier berkualitas tinggi dengan Opamp Toshiba A1358 / C3421, mampu mendrive cans dengan impedensi tinggi sampai 600 Ohm, yang tertata rapi di PCB kecil dipersenjatai Resistor metal film KOA D2 dan dua Kapasitor Nichicon MUSE. 
Topping D2 ini dikemas dengan bentuk yang compact, cukup kecil dengan casing aluminium, Pada bagian depan terdapat 3 saklar switches masing-masing untuk saklar on/off, saklar memilih DAC/Aux dan saklar memilih source digital USB/Optical/Coaxial, Jack Headphone 1/4 inc dan Knob Volume yang juga terbuat dari aluminium dengan kualitas finishing yang baik. Pada bagian belakang terdapat sepasang jack RCA untuk line out, sepasang RCA line in, Port USB tipe B, Port Optical dan Port Coaxial.

Untuk Apakah Topping D2 DAC/Headphone Amplifier?
Topping D2 berfungsi sebagai Souncard USB eksternal dan Digital Converter untuk sinyak Optical dan Coaxial baik itu dari desktop atau perangkat lainnya seperti CD Player. Topping D2 ini juga bisa digunakan sebagai pasif pre amp untuk input analog melalui jack RCA dengan output hedaphone maupun RCA.

How Does It Work?
Pada mode USB, Topping D2 terdeteksi secara otomatis oleh OS Windows, Mac OS X dan Linux, sebagai kelas 1 USB audio device, namun hanya dibatasi untuk 16 bit dan 44,1 atau 48 KHz dan tingkat jitter yang cukup tinggi. Jadi jika ingin performa terbaik dari Topping D2 ini, gunakan input Digital Optical/Coaxial. Sedangkan untuk input analog langsung di bypass ke output tanpa melewati DAC sama sekali.

Bagaimana Kualitas Suaranya?
Oke, selanjutnya bagaimana dengan dengan suaranya? saya menggunakan input USB untuk menghubungkan Topping D2 ini dengan Desktop (OS Windows 7) dan saya hubungkan dengan speaker yang saya miliki yakni speaker rakitan SS Audio Paket 3 (Double Woofer Audax 6050 + Tweeter Amboss 1 inc) dengan Amplifier juga rakitan SS Audio (LM1875 2x20 wRMS), kabel-kabel semua standar dari SS Audio dengan file music Flac, dan software player Foobar2000.

Lagu-lagu yang saya mainkan antara lain full album "The Bose Special Edition Lifestyle Music Sistem CD 2013", full album "The DALI CD - Volume 2",full album "Audiophile - The Most Wanted Hits Acpustic", dan beberapa lagu dari Yao Si Ting (Eternal Singing - Endless Love VII), Sierra Soetedjo (album Only One), Lisa Ono (Jambalaya - Bossa Americana) dan Sabrina (I Love Acoustic 3). Impresi pertama yang saya dengarkan adalah flat dan balanced, semua instrumen tersaji dengan sangat jelas, rapi, detail dan clearly located, soundstage yang sangat fokus dan stabil, vokal yang manis dan intim, desahan dan tarikan nafas tersaji jelas pada lagu Yao Si Ting. Kejernihan suara yang tersaji dengan sangat baik, sangat membuat saya terlena. Sisi Low pun disajikan dengan tegas dan apa adanya, kuantitas bass yang tidak malu-malu dan cukup menggebuk, sangat pas ditelinga saya.


Layakkah Untuk Dimiliki?
Untuk sebuah DAC/HeadAmp dengan kisaran harga Rp.2 jutaan saat ini, dengan kualitas suara yang sangat mumpuni, jernih, detail transparan dan balanced, sangat sesuai untuk lagu-lagu Audiophile. Ditambah lagi dengan input yang lengkap mulai dari Analog, USB, Digital Optical/Coaxial, menurut saya cukup layak untuk dimiliki. Namun kembali lagi pada selera telinga kita, review hanya sebagai gambaran umum saja, yang lebih rekomended adalah audisi sebelum membeli. Salam penikmat audio.




1 comment:

  1. silakan diganti adaptornya pakai toroida 30va dan diregulasi ditegangan 15v. impresinya bas lebih bagus dan vokal lebih clear dan suara2 aneh terdengar. alat uji menggunakan grado sr80 dan amply diy sistem 2.1 (GC3886+stk456).

    ReplyDelete